Kamis, 22 November 2012

Sejarah Kursi



  
      Kursi adalah sebuah perabot tempat duduk, yang umumnya digunakan oleh satu orang.
Kursi mempunyai posisi dudukan yang lebih tinggi dari posisi lantai, dan ditopang oleh 4 kaki kursi. Terdapat banyak tipe atau model kursi yang dapat dibeli. Memilih kursi juga tergantung atas kegunaan yang diinginkan penggunanya.
     Kursi, seperti halnya perangkat furnitur yang lain, mempunyai sejarah panjang yang dapat dirunut mulai dari jaman awal peradaban manusia.
     Sejarah tersebut dimulai dari awal mula kursi yang hanya dikenal sebagai tempat duduk, hingga sekarang memiliki identitasnya sendiri. Saat ini sebuah produk kursi telah beranekaragam jenis, desain, dan kegunaannya masing-masing.
   Di jaman Mesir Kuno, kursi merupakan sebuah simbol status yang dipergunakan sebagai lambang kemakmuran pemiliknya. Pada jaman itu, kursi dengan indah dihiasi oleh ukiran kayu eboni dan gading bernilai tinggi. Kursi-kursi mewah tersebut juga dilapisi oleh bahan pelapis yang mahal dan kaki-kaki kursinya dibentuk menyerupai figur binatang buas atau sebagai perlambang daerah kekuasaan mereka.
    Setelah melalui evolusi yang cukup panjang, perkembangan desain kursi selanjutnya ditandai dengan munculnya berbagai macam bentuk kursi baru yang inovatif. Sebagai contoh, kursi modern telah dilengkapi dengan bermacam asesoris tambahan seperti sandaran kepala (head rest), sandaran tangan (arm rest), bantalan kursi (seat pad), atau sandaran punggung yang dapat diatur kemiringannya (reclining seat), dan lain-lain. Kursi yang dapat diduduki oleh lebih dari satu orang kita kenal sebagai sofa atau bangku.
      Pada saat ini, desain sebuah kursi sangat mengutamakan sisi fungsi dan kenyamanannya (ergonomi). Fitur penting lainnya kekuatan konstruksi, kursi yang dapat disusun, juga kepraktisan.
Selain kita mengenal kursi dalam fungsi harafiahnya sebagai tempat duduk, istilah kursi telah mendapat tempat tersendiri di kehidupan sosial masyarakat.
      Kursi sebagai salah satu jenis perabot yang umum ditemui di setiap rumah. Meskipun di pasar banyak tersedia berbagai jenis kursi, memilih model kursi tertentu akan menunjukkan pribadi sang pembeli tersebut. Masing-masing orang akan memilih jenis kursi tertentu yang menjadi favoritnya.
Jika seseorang terlanjur suka akan model kursi tertentu, maka ia akan cenderung tidak akan pindah ke lain hati.
        Hal lain yang penting dalam pemilihan model kursi berdasarkan tujuan penggunannya nanti (selain untuk duduk, tentunya). Jika bertujuan untuk memiliki kursi yang lebih tahan lama kekuatannya, maka sebaiknya memilih model kursi yang berkonstruksi ekstra kuat, daripada mengunggulkan desain kursinya sendiri.
Begitu juga sebaliknya jika anda lebih menomorsatukan desain/model kursi. Sebagai catatan, tidak semua kursi yang berdesain bagus memiliki kekuatan konstruksi rangka (chair frame) melebihi desain kursi konvensional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar